Langsung ke konten utama

Postingan

Menjelang Libur

Hay hay holla Delitious.. Apa kabar? Hhehe, aku lagi nggak baik-baik aja nih.. Hhaha, jadi ceritanya Kamis malem charger laptop aku ilang. Nah, kan aku panik ya, mana bentar lagi libur, pulang, kalo ketauan ibu, duhh, bisa mati.. Aku nyari dulu, 'kan.. Di kamar, kosan temen, kelas teori, nanya GS , nanya Pak Komara, nanya di grup, tapi gaada yang tau. Hingga akhirnya, hari Selasa aku ditemenin Ticeu ke BEC beli charger. Keliling-keliling niatnya mau nyari yang kw aja. Kerna entah kenapa aku yakin charger aku masih ada. Tapi akhirnya, kita nyrha nyari yang kw, Soalnya arus yang kw kegedean. 3.24 A, sedangkan aku 'kan butuhnya 2.15A aja.. Pas naik lantai berapa ya? 2 kalo gak salah.. Kita ketemu sama satpam sana. Dia langsung nunjukkin toko yang murah. Yaudah akhirnya kita dapet yang ori, 200k plus garansi toko 6 bulan. Setelah itu kita langsung balik, kerna ngejar waktu maghrib juga. Ehh pas dalem angkot, aku cek grup, aku dikasih tau temen kalo ada GS yang nyimpenin casan...

Awalnya kupikir aku akan baik-baik saja, tapi ternyata tidak, ini terlalu menyakitkan

Awalnya, kukira aku akan baik-baik saja. Pergi dan memaafkan begitu saja, meski dengan tambahan sedikit luka, pastinya. Tapi ternyata tidak. Aku tidak baik-baik saja. Ini terlalu menyakitkan. Melihatmu yang bahkan tak pernah melihat balik diriku, ini terlalu menyakitkan. Menyadari bahwa sejak awal kau memang tak menginginkan kehadiranku, ini keterlaluan. Sungguh, tak pernahkah tersirat dalam benakmu bahwa kalian telah melukai seseorang? Kalian sungguh terlalu. Terlalu, ya! Ini sungguh amat sangat terlalu menyakitkan! Aku tak mengerti kenapa ada orang yang begitu melakukan ini pada orang lain. Kalian, ah, sudahlah.. Ini bukanlah salah kalian. Sejak awal ini memang salahku. Salahku yang sudah terlalu bodoh masuk ke dalam permainan yang kalian buat.

Contoh Program Aplikasi Chatting Ms Comm menggunakan Software VB 6

Hubungkan kabel seri DB 9 twisted pada kedua komputer. Buka VB 6. Buat interface berupa form Log In untuk mempermudah penggunaan aplikasi. Buat perintah untuk melakukan log in chat. Hasil perintah yang saya buat:   Buat form kedua sebagai media chatting. Program yang saya gunakan: Private Sub Command1_Click() If MSComm1.PortOpen = False Then     MSComm1.PortOpen = True End If     MSComm1.Output = Form1.Text1.Text + Form2.Text1.Text     List1.AddItem (Form1.Text1.Text + Form2.Text1.Text)     Text1.Text = "" End Sub Private Sub Command2_Click()     List1.Clear End Sub Private Sub Command3_Click()     Form2.Hide     Form1.Show     Form1.Text1.Text = "Let's Join!" End Sub Private Sub Command4_Click()     If MsgBox("Are you sure? If you're exit, the chat d...

Entah

Pernah merasa seperti tak diinginkan? Jujurlah, aku yakin kalian pernah mengalaminya. Aku? Jujur aku sering merasakannya. Entah karena sifat ke-posessivan-ku atau mungkin karena aku terlewat perasa, aku sering merasa tak diinginkan. Kadang, aku merasa sedih ketika teman sekelasku hanya bepergian bersama tanpa diriku, padahal hal itu terjadi karena ketidak sengajaan. Semisal si A akan berkunjung ke rumah B, namun bertemu C yang sedang bersama D, ternyata di rumah si B ada si E, F dan G. Dan di situ, aku hanya merasa menjadi Z. Jauh dari mereka. Pernah, si H berkunjung ke tempat si I yang mana adalah tetanggaku. Aku tak tahu apa yang akan mereka lakukan, tapi karena aku berpikir telah dekat dengan H, jadi aku bersembunyi di balik pintu untuk mengejutkannya. Aku yakin dia akan seperti biasanya menggedor pintu dan langsung masuk ke dalam kamarku. Tapi ternyata, dia tidak datang. Dia memiliki janji lain bersama temannya yang lain. Dan, entah kenapa, saat itu, aku  menangis. Ahh, s...

Percaya (abaikan, gak penting)

Rasanya sungguh menyenangkan, terasa seperti ada orang yang bersedia meluangkan waktu untukku. Terasa kaku memang, aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku takut sikapku kekanakan, aku takut aku terlalu berlebihan, atau justru aku terlalu tak peduli. Aku takut dia menilaiku lain, aku takut dia pergi karena sikapku. Tapi entahlah, aku sungguh senang. Semacam perasaan bahagia saat melihat kembang api di langit tahun baru. Ya, aku awalnya memang tak percaya. Tidak, bukan awalnya, sekarang bahkan mungkin sampai nanti pun aku akan masih tak percaya. Tapi entahlah, aku tak peduli. Apakah memang benar, atau hanya dia sedang sial saja, aku sungguh tak peduli. Aku bahkan sudah siap bila sewaktu-waktu dia pergi. Tapi kali ini, aku hanya ingin diam, percaya pada semua hal yang ia ucapkan.

Sajak Umpatan untukmu

Aku kembali, berjalan dari awal menyusuri seluruh kenangan yang pernah kau buat Ada beberapa hal manis yang membuatku rindu padamu Ada beberapa tempat yang mengundang air mata Lalu gerimis dan lagu memperparah suasana Ingatkah dirimu ketika kita berada di bawah hujan bulan Mei? Semua orang menepi, namun kau cegah langkahku dengan tangan bekumu Kita benar-benar berada di dekat kolam air mancur kota Di antara orang-orang yang berlarian Sayang, aku ingat kau berlutut di hadapanku Tergagap mengingat bait puisi, berusaha menatap mataku Lalu kau pasangkan cincin emas putih di jari manisku Aku tersenyum, malu penuh bahagia Tapi sekarang, aku rasa bahwa semua puisimu palsu Tangan beku, gagapmu, tatapan, bahkan cincin, semua hanya kepalsuan Kau bohongi gadis kecil dengan sebuah permen, agar kau bisa meninggalkannya sendiri Semua hal malam itu hanya sebuah sandiwara, Besok kau akan bersama perempuan itu untuk selamanya Tidakkah kau pikir ini sedikit menyakitkan? Setelah ma...

Halte

Aku tak 'kan bisa menunggumu di halte bis lagi,  memperhatikanmu memilih kursi usang, merasakan degupan dada saat kita tak sengaja duduk bersebelahan. Aku tak akan lagi menyemangatimu di tiap pertandingan, gemas saat kau kehilangan bola dan melonjak saat kau mendapat skor meski semua kulakukan di balik koran kemarin, di balik jeruji lapang. Kau tak 'kan lagi melewati kelasku setiap pagi, kita tak 'kan kebetulan makan dalam meja yang sama lagi. Dan pada akhirnya, aku tak 'kan bisa lagi melihatmu berlarian menuju halte tiap pagi, karena kau telah meninggalkannya, Ya. Halte itu.