Langsung ke konten utama

Postingan

Review Penayangan dan Isi Blog

Khekhemm.. Hayy Delitious ^^ Apa kabar? Alhamdulillah aku baik-baik saja, walaupun dengan kondisi HP yang mati total a.k.a rusak.. Hhaha.. :'D Oiya jadi gini, aku tahu ini udah malem, tapi aku iseng liat total penayangan blog ini yang sampai tadi udah lebih dari 124k. Wiiw.. Terus aku keppo kan, ternyata yang paling banyak viewers nya itu ada di post "Contoh Laporan Perkembangan dan Pertumbuhan pada Biji Jagung" yang aku bikin pas SMA.Wkwk, iya pas SMA. Jadi secara gak langsung orang ke blog ini tuh cuma buat nyari materi, buat belajar. Sedangkan, isi blog aku ke sini-sininya kan malah curhatan semua :'D iyaa jadi wajar kalo orang ke sini cuma nyari ilmu aja, bukan buat nyimak curhatan aku.. Wkwk Tapi ya, tolong dimengerti. Tag line nya juga "Sedikit Curhatan, Cerita Geje serta Secuil Contekan" yang artinya, aku gakan sering-sering curhat di sini, gakan sering-sering share cerita geje aku, apalagi contekan yang cuma secuil itu.. Wkwk. Ada beberapa pu...

Untuk yang sedang Jauh di sana

Halo, apa kabar? Apa kamu baik-baik saja tanpa aku? Karena aku sama sekali tak baik. Lebih dari sekedar rindu, aku menginginkanmu segera kembali. Walau ku tau kau pasti kan kembali, walau ku selalu tertawa di setiap lembar surat yang kutulis untukmu, meski setiap minggu ku dengar suaramu, ketahuilah aku merana tanpamu. Lembaran potret membuatku teringat pada kebodohanku, yang mungkin melukaimu, menyayat hatimu. Lalu kukatakan sepenuh hati: tolong maafkan aku. Ku harap alasanmu pergi adalah bukan karena hal itu. Datanglah walau sebentar, datanglah meski sekedar memberiku basa-basi. Apa kau tak ingat beberapa taman dan tempat makan yang pernah kita kunjungi? Apa para pedagang ayam kriuk yang berada di sepanjang jalan tak cukup membuatmu ingat padaku? Mampirlah meski sekejap, aku tak masalah jika kau membuat arisan dalam kamarku saat aku sakit. Aku tak apa jika kau mengajakku makan saat tengah malam. Bahkan, aku senang saat kau memintaku untuk terlelap dalam kamarmu....

Satu, dua, seratus

  Aku masih bisa merasakan kehadiranmu, aroma parfummu masih membekas dalam ingatanku, suaramu yang hangat juga masih terngiang. Lantas pertanyaannya: Apa kamu merasakan hal yang sama? Satu, dua, tiga aku menutup mata, berharap kamu mengerti kuingin kamu ada Empat, lima, enam saat aku membuka mata, semoga kamu sudah hadir dengan membawa bunga. Tidak, tidak! Ini bukanlah sebuah rahasia lagi. Angin malam juga embun pada jendela sudah tahu bahwa aku menyukaimu. Kamu selalu pandai dalam setiap pelajaran, tapi apa kamu terlalu bodoh untuk memahami hati wanita? Satu, dua, sepuluh aku menyukaimu dan sudah kulantangkan pada angin kemarau Satu, dua, sebelas tapi kamu malah bilang padaku kamu menyukai dia. Saat kamu bilang aku teman terbaikmu, hatiku sakit. Aku tak ingin hanya menjadi teman, aku ingin lebih! Aku ingin menjadi alasan untukmu bangun di pagi hari, aku ingin menjadi gadis yang kamu cari! Aku bisa menjadi wanita yang manis jika...

Satu Hari

Satu hari di antara ratusan hari lainnya, kenapa harus membuatku risau? Kenapa harus membuat harapanku melayang-layang? Kenapa harus ada hal yang seperti itu? Ahh tidak, maaf. Aku tidak menyalahkanmu. Dari awal akulah yang salah karena telah terlalu banyak berangan. Akulah yang telah dengan mantap menggantungkan harap tanpa memikirkan pijakannya. Rindu. Ya mungkin karena aku sangat merindukan beberapa hal yang akhir-akhir ini tak kudapat. Hal yang akhir-akhir ini tak kulakukan. Hal yang akhir-akhir ini membuatku sangat berharap pada satu di antara sekian ratus hari yang ada, hingga aku membuat taman khayalanku sendiri. Sepi? Tidak! Di sini terlalu ramai bahkan. Hmm, mungkin lebih tepatnya ini adalah kesepian. Bersama dengan orang baru dan harus memulai segalanya dari awal bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Bukankah begitu? Tidak, tidak. Aku sudah tahu kenyataannya, jadi aku tak boleh terlalu berharap. Ah tidak! Berharap sedikit saja pun tak boleh. Kenapa? Karena aka...

Kuliah di POLMAN Bandung: Program Praktik Industri (PPI) alias Magang

Ekhemm, siapa nih yang abis pulang ngampus masih pake stelan baju bengkel lengkap sepatu safety, terus langsung naik angkot, tapi, pas naik, yang ada cuma tatapan mata semua penumpag angkot yang seakan-akan menghujam jantung. Ampe ada rasa "Kenapa aku ga ganti baju duluuuuuu!" di dalem hati.. Wkwk, siapa hayoo? Tapi wajar aja sih. Toh aku pun kalo sekendaraan sama mahasiswa PT lain yang masih pake seragam lengkap atau bisa jadi harus selalu berpakaian lengkap, pasti refleks aku perhatiin. Yaa namanya orang yaa, kalo ada yang beda dikit pasti langsung diperhatiin. Wkwk jadi jangan baper yaa genngs.. Well, loncat dari itro barusan, kenalin, aku mahasiswa Jurusan Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika prodi Mekatronika. Sesuai namanya, di jurusan ini ada dua prodi, yakni prodi Mekatronika dan prodi Teknik Otomasi. Alhamdulillah sekarang ini aku lagi ngelaksanain magang yang lamanya sepuluh bulan, mulai dari semester empat sampai semester lima. Apa? Sepuluh bulan...

Kuliah di POLMAN Bandung: MP3 (Masa Pengenalan Pembekalan Perkuliahan)

"Kuliah di mana Dek?" "POLMAN, tante.." "Ohh POLBAN.." "POLMAN, pake 'M' " "Errm, POL..BAM?" "Dek tempat kuliahnya yang di Ciwaruga itu ya? Yang deket-deket Sarijadi, Sariwangi itu ya? Adem yaa enak di sana." "Bukan, saya di Kanayakan." "Lho, Kanayakan bukannya isinya rumah semua?"             Hhaha.. Itu tadi intro topik kita kali ini. Yepp. Pada kesempatan kali ini kita bakal ngebahas serba-serbi Politeknik Manufaktur Negeri Bandung a.k.a POLMAN Bandung, atau yang dulu dikenal sebagai PMS-ITB.             Well, aku gak akan ngebahas tentang sejarah berdiri, asal-usul, PMS-ITB dulu gimana.. Aku kali ini mau ngebahas bagaimana POLMAN Bandung di mata aku, sebagai mahasiswa PPI magang dalam tahun ini. Mangga disimak.             Seperti namanya gengs.. Poltek ini berada di daerah Bandung, tepatnya di K...