Langsung ke konten utama

Postingan

Semesta Tahu Rinduku Salah

Malam terasa berbeda, terlalu pekat, menyesakkan dada aku tak bisa bernapas dengan lega, pohonku telah pergi, kamu telah hilang hari cerah tiada, berganti hari penuh deras hujan, menghanyutkan akal sehat aku tak bisa berteduh, tempat bernaungku amblas, kamu lenyap entah ke mana. Aku tahu alasannya, tapi tak ingin mengutarakannya khatam penawarnya, tapi tak bisa meraciknya seandainya kamu tahu, telingaku pekak mendengar hatiku menasbihkan namamu berharap sebuah mukjizat dapat membawamu padaku. Kamu tahu aku tak pandai berbasa-basi, jadi kukatakan padamu sekarang, sepertinya aku merindukanmu. Tidak, aku benar-benar rindu. Jangankan suaramu, muka masammu saja aku sangat ingin melihatnya sekarang. Aku merindukanmu, jika kamu berkenan, malam ini pun aku akan menemuimu. Namun aku bisa apa? Kamu menyukai wanita lain. Untuk membuatmu sekejap saja memandangku, aku harus bagaimana? Tatapanmu tak pernah beranjak darinya. Aku menangis, meraung, meratapimu. ...

Bodoh

Hay. Kudengar kamu sudah berpisah darinya. Gadis cantik yang selalu kamu bicarakan dan tentunya juga kamu banggakan. Hay, apa kabar kamu? Kabar burung bilang gadis itu hanya ingin mempermainkan hatimu saja sebelum akhirnya pergi meninggalkan ukiran luka di hati. Hay, mukamu terlihat biasa saja. Tapi kuyakin kepergiannya meninggalkan luka dalam bagimu. Bisa kulihat hal itu dari sorot matamu. Tapi, wah sepertinya kamu mulai terbiasa tanpa dia. Aku senang. Tentu saja. Teruslah begitu, teruslah di sana. Teruslah lanjutkan hidupmu saja. Hey, aku berjalan melewatimu dengan lelaki lain. Tidakkah kamu merasa kehilangan? Sumpah. Kamu, apakah kamu tidak melihatku ataupun memang sengaja ingin pura-pura tak melihatku, aku tak tahu. Tapi setidaknya, apa benar kamu tak merasa kehilangan aku? Pletak! Kulemparkan batu kecil yang kemudian tepat mengenai kepalamu. Akhirnya kamu berbalik. Memandang ke arahku. Aku tersenyum. Setelah semua ini ahirnya kamu melihat padaku. Syut! Kudorong lelak...

Curhat Session: My Long Story Pelembab dan Perbedakan

Ok hay. Btw, kalian pake apa sih buat pelembab wajah kalian? Aku? Aku.. Aku.. Aku mau bahas soalnya, hhaha.. Aku gak kasih foto-foto produknya. Ku malas nyari soalnya. Kalo kalian gak tahu, langsung searching aja yaak.. Hhehe.. Ehh ini pembahasannya mayan panjang, lho.. Kalian bisa nyiapin snack buat temen baca ini. Aku mau saranin gebetan sih, tapi aku gak yakin gebetan kalian mau nemenin buat baca tulisan unfaedah kek gini. Wkwk.. Jadi gini, dulu tuh pas zaman-zaman SD kelas 4-an aku pake merek Seger Snow yang warna kuning. Cocok-cocok aja sih. Cuma anehnya, pas kelas 6, tetiba gak cocok aja. Jadi bikin kemerahan dan merah-merah gitu di wajah. Padahal aku gak ngapa-ngapain coba. Aneh, kan? Dari situ aku mulai deh pake Seger Snow yang warna pink. Dibilang cocok kek masih ada perasan ganjel gitu. Dibilang gak cocok, tapi gak separah yang sebelumnya juga. Yaudah aku masih lanjut aja. Oiya ini aku ceritanya masih pake bedak Switzal yang warna kuning. Masuk SMP, kulit aku gitu-gitu...

Curhat Session: Otw Wisuda Sabtu Ini

Genggs, insya Allah Sabtu ini aku wisuda di Sabuga.. Doanya yaa semoga lancar.. Aamiin.. Lebih penting, doain aku biar tahun depan bisa wisuda D4, aamiin.. Wkwk, maksa banget yaa minta didoain D4 mulu.. Eits, keajaiban doa itu nyata adanya. Haram buat diremehin. Btw, kalian dateng gak entar? Nemuin aku gak? Wkwk, yaa bisi we kangen sama aku. Yaa kalian udah tahu sendiri lah yaa kalo aku orangnya emang ngangenin.. Okayy see youuh.. :)

Ahh, Ribet

Seseorang, tolong katakan, jelaskan, dan berikan jawaban, apakah jatuh hati rasanya sampai sesakit ini? Benarkah? Mengapa yang aku rasa hanya sakit saat mata kita bertemu? Mengapa hanya perih yang aku dapat ketika memandangi punggungmu? Apakah cinta memang wajib disampaikan? Meski melalui coretan malu-malu yang dikirim tanpa nama melalui kantor pos 24 jam. Tolong jawab aku, mengapa saat tak sengaja kutemukan potretmu, ada sembilu yang terasa menyayat-nyayat hatiku. Aku bukan golongan orang yang percaya bahwa cinta harus selalu disampaikan, bukan pula golongan orang yang berkeyakinan bahwa cinta harus dipendam sampai waktu terbaik untuknya tiba. Aku hanya berfirasat bahwa aku dan kamu, tidak akan  menjadi kita. Aku dan kamu, hanya memiliki satu jilid bacaan. Kisah kita tidak akan memiliki bab lanjutan, tanpa kesimpulan, apalagi rekomendasi dari wartawan. Kamu, terlalu jauh dari standar lelaki yang aku impikan. Begitu pun aku, aku yakin bahwa aku sama sekali tak pernah terlihat...

Iya, saya bedakan, terus masalahnya apa?

Mahasiswi, semester enam, bedakan, pake liptint, ngampus, ada yang salah? Ngelanggar hukum kah? Iya, saya bedakan, masalahnya apa ya? Ketebelan? Please jangan suka ngomenin orang dengan mudahnya, aku juga yakin kalo kamu sendiri juga gak suka kalo dikit-dikit dikomenin orang. Kalo ada hal yang kamu gak srek tentang seseorang, ajak orang itu ngobrol personal, ngomong baik-baik. Jangan langsung kasih komen kamu di tengah-tengah orang banyak, meski niat kamu baik, buat ngingetin misalnya. But don't. Why? Kerna dengan kamu ngomenin orang di tengah-tengah orang lain tuh sama aja dengan kamu mempermalukan orang yang kamu komen tadi. Mungkin kamu gak sadar kalo gerak-gerik, ekspresi, bahkan senyum kamu aja bisa jadi sangat menusuk buat dilihat setelah kamu lemparin komenan kamu di keramaian tadi. Apalagi kalo misal orang-orang di sekitar ternyata menganggap orang yang kamu komen emang bersalah dan layak diberi tatapan yang sungguh gak enak banget buat dilihat! Ahh, aku lupa tujuan a...