Langsung ke konten utama

Postingan

Terbitlah

Kamu tahu? Aku merasa begitu menyedihkan saat kamu mulai melangkah pergi. Ada banyak gejolak perasaan yang memenuhi dadaku, menyesakkan, namun tak mampu terucapkan. Aku tak pernah merasa seegois ini, tapi tolong katakan kamu tak akan pergi, berjanjilah bahwa kamu akan menghabiskan napasmu di sini bersamaku. Tolong, jangan tinggalkan aku. Bayangmu semakin jelas saat aku menutup mata, lalu jadi menyakitkan saat ku buka mata, karena kamu tak lagi di sampingku. Tolong, sambutlah lagi pelukku. Sungguh, ini menyakitkan saat aku memelukmu erat dari belakang, namun kamu dengan dinginnya berusaha melepas tanganku. Menyakitkan, ini menyakitkan karena kini aku hanya bisa melihat punggungmu di kejauhan, merasakan hembusan napasmu dulu yang kini menjelma jadi angin malam yang sepi. Aku merindukanmu, aku membutuhkanmu. Ini bodoh, tapi aku tak bisa bernapas lega tanpamu, aku tak bisa tidur dengan nyenyak lagi setelah kamu campakkan. Aku takut, apa yang harus aku lakukan agar tetap bisa...

Cepatlah Sembuh

Dari semua ucapan, sikap, kekesalan, dan kepahitan diksimu, tuturmu hari ini sungguh melukai hatiku. Kamu boleh marah padaku, memaki, kau sudah melatihku hingga pandai. Tapi tolong jangan libatkan orang lain. Jangan libatkan mereka yang dekat denganku. Mereka tak tahu apa-apa, mereka tak bersalah apa-apa. Aku sungguh sudah muak dan ingin mengakhiri perkara tutup-buka kunci pintu komunikasi kita. Tapi kali ini aku sungguh terluka. Tak usah so tahu dan bahkan merasa dewa soal hidupku. Kamu tak tahu betapa bersyukurnya aku memiliki orang-orang terdekat yang kamu anggap tak berharga. Kamu tak tahu betapa mereka sering membantuku bernapas di tiap harinya dibanding pesan-pesanmu yang sering membuat dadaku sesak. Untuk apa kita dekat bila hanya untuk melukai? Untuk apa kita berkirim pesan hanya untuk saling memaki. Poci yang diisi teh akan mengeluarkan teh, semua sikapku merupakan refleksi sikapmu padaku. Jangan salahkan orang lain. Dirimu yang membuatku demikian. Aku kembali butuh wakt...

Silahkan

Pergilah, berlarilah secepat yang kamu bisa, menjauhlah sejauh yang kamu mau. Aku tak akan melarangmu. Lebih lanjut, aku justru akan menyemangatimu. Silahkan. Aku sungguh tidak akan menahan kepergianmu. Pergilah saja. Karena, mau tak mau, suka tak suka, pada akhirnya kamu nanti akan kembali padaku. Menyumpahimu? Tentu tidak. Aku hanya menyampaikan apa yang takdir ucap. Aku tidak akan melakukan apapun untuk menarik perhatianmu dan mengharap rasa rindumu, tidak. Aku yakin, semakin jauh kamu pergi, maka rindumu padaku akan makin berat. Semakin tergesa kamu pergi, semakin cepat pula kamu ingin kembali. Pergilah, berkelanalah. Aku tak akan menghubungimu, aku hanya akan minta pada Tuhan supaya kamu baik-baik saja sampai nanti kamu memohon padaku untuk mengizinkanmu memelukku. Maka sampai saat itu tiba, lakukanlah semua yang kamu mau. Sungguh, sampai kamu kembali, aku tak akan mencemburui wanita yang kamu kejar-kejar cintanya itu. Silahkan saja. Mau sampai kamu membelah gunung agar di...

Semesta Tahu Rinduku Salah

Malam terasa berbeda, terlalu pekat, menyesakkan dada aku tak bisa bernapas dengan lega, pohonku telah pergi, kamu telah hilang hari cerah tiada, berganti hari penuh deras hujan, menghanyutkan akal sehat aku tak bisa berteduh, tempat bernaungku amblas, kamu lenyap entah ke mana. Aku tahu alasannya, tapi tak ingin mengutarakannya khatam penawarnya, tapi tak bisa meraciknya seandainya kamu tahu, telingaku pekak mendengar hatiku menasbihkan namamu berharap sebuah mukjizat dapat membawamu padaku. Kamu tahu aku tak pandai berbasa-basi, jadi kukatakan padamu sekarang, sepertinya aku merindukanmu. Tidak, aku benar-benar rindu. Jangankan suaramu, muka masammu saja aku sangat ingin melihatnya sekarang. Aku merindukanmu, jika kamu berkenan, malam ini pun aku akan menemuimu. Namun aku bisa apa? Kamu menyukai wanita lain. Untuk membuatmu sekejap saja memandangku, aku harus bagaimana? Tatapanmu tak pernah beranjak darinya. Aku menangis, meraung, meratapimu. ...

Bodoh

Hay. Kudengar kamu sudah berpisah darinya. Gadis cantik yang selalu kamu bicarakan dan tentunya juga kamu banggakan. Hay, apa kabar kamu? Kabar burung bilang gadis itu hanya ingin mempermainkan hatimu saja sebelum akhirnya pergi meninggalkan ukiran luka di hati. Hay, mukamu terlihat biasa saja. Tapi kuyakin kepergiannya meninggalkan luka dalam bagimu. Bisa kulihat hal itu dari sorot matamu. Tapi, wah sepertinya kamu mulai terbiasa tanpa dia. Aku senang. Tentu saja. Teruslah begitu, teruslah di sana. Teruslah lanjutkan hidupmu saja. Hey, aku berjalan melewatimu dengan lelaki lain. Tidakkah kamu merasa kehilangan? Sumpah. Kamu, apakah kamu tidak melihatku ataupun memang sengaja ingin pura-pura tak melihatku, aku tak tahu. Tapi setidaknya, apa benar kamu tak merasa kehilangan aku? Pletak! Kulemparkan batu kecil yang kemudian tepat mengenai kepalamu. Akhirnya kamu berbalik. Memandang ke arahku. Aku tersenyum. Setelah semua ini ahirnya kamu melihat padaku. Syut! Kudorong lelak...

Curhat Session: My Long Story Pelembab dan Perbedakan

Ok hay. Btw, kalian pake apa sih buat pelembab wajah kalian? Aku? Aku.. Aku.. Aku mau bahas soalnya, hhaha.. Aku gak kasih foto-foto produknya. Ku malas nyari soalnya. Kalo kalian gak tahu, langsung searching aja yaak.. Hhehe.. Ehh ini pembahasannya mayan panjang, lho.. Kalian bisa nyiapin snack buat temen baca ini. Aku mau saranin gebetan sih, tapi aku gak yakin gebetan kalian mau nemenin buat baca tulisan unfaedah kek gini. Wkwk.. Jadi gini, dulu tuh pas zaman-zaman SD kelas 4-an aku pake merek Seger Snow yang warna kuning. Cocok-cocok aja sih. Cuma anehnya, pas kelas 6, tetiba gak cocok aja. Jadi bikin kemerahan dan merah-merah gitu di wajah. Padahal aku gak ngapa-ngapain coba. Aneh, kan? Dari situ aku mulai deh pake Seger Snow yang warna pink. Dibilang cocok kek masih ada perasan ganjel gitu. Dibilang gak cocok, tapi gak separah yang sebelumnya juga. Yaudah aku masih lanjut aja. Oiya ini aku ceritanya masih pake bedak Switzal yang warna kuning. Masuk SMP, kulit aku gitu-gitu...

Curhat Session: Otw Wisuda Sabtu Ini

Genggs, insya Allah Sabtu ini aku wisuda di Sabuga.. Doanya yaa semoga lancar.. Aamiin.. Lebih penting, doain aku biar tahun depan bisa wisuda D4, aamiin.. Wkwk, maksa banget yaa minta didoain D4 mulu.. Eits, keajaiban doa itu nyata adanya. Haram buat diremehin. Btw, kalian dateng gak entar? Nemuin aku gak? Wkwk, yaa bisi we kangen sama aku. Yaa kalian udah tahu sendiri lah yaa kalo aku orangnya emang ngangenin.. Okayy see youuh.. :)